Ini Tanggapan Menhan Atas Pembelian Senjata Ilegal Yang di Sampaikan Panglima TNI
Dia juga menjelaskan terkait informasi tersebut mungkin Gatot kurang masukan informasi dari stafnya.
"Bukan keliru tapi dari stafnya kurang masukan. Seperti saya sangat tergantung pada asisten saya. Maka saya bilang staf saya ada 4 orang baca surat itu betul apa enggak. Jangan sampai salah saya gantung kamu," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).
Dia juga menceritakan hubungan dengan pihak TNI pun baik-baik saja terutama dengan Gatot. Dia juga meminta persoalan ini tidak dibesar-besarkan. Menurut dia bukan hanya soal pembelian senjata ada beberapa kekeliruan dan berakhir dengan baik-baik saja.
"Menyadari kita maaf-maafan saja. Presiden sudah tahu semua. Presiden sangat bijak. Jarang omong tapi kerja terus. Dia sudah bepikir itu. Saya ngobrol luar biasa bijaknya," cerita Ryamizard.
Dia pun mengakui sering berkomunikasi dengan Gatot. Tidak hanya TNI, dia pun selalu berkomunikasi dengan pihak kepolisian. "Pastilah. Saya ini orang netral enggak ada blok-blokan. Tidak ada saya benci dengan TNI polisi. Kalau saya benci polisi tentara berarti saya bukan Menhan," ungkap dia.
Terkait apakah ada evaluasi terkait kekeliruan tersebut, Ryamizard pun mengaku sama-sama saling evaluasi. Menurut dia semua manusia pasti pernah keliru. Dia pun memaklumi hal tersebut.
"Masalah hubungan Kemenhan adalah seluruh bangsa ini. Kita bukan tidur-tiduran. TNI itu punya rakyat, bukan punya orang, punya partai. TNI yang ngasih makan, gaji, mobil untuk rakyat semua. Saya juga punya rakyat. Saya prihatin kok begini terus ini apa ini," imbuhnya.
loading...
segera bergabung dengan kami di u+p+d+a+t+e+b+e+t+t+i+n+g
ReplyDeletedan menangkan hadiah menariknya