Arab Saudi Hukum Mati Tokoh Syiah, Ketegangan Meningkat

SUARAMEDAN.com - Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran semakin meningkat pasca di hukum matinya tokoh kharismatik Syiah Nimr Baqr al-Nimr oleh otoritas Arab Saudi.
Nimr dieksekusi mati bersama 46 narapidana
lainnya yang dinyatakan bersalah terlibat terorisme dan mengadopsi ideologi
'Takfiri'. Nimr sendiri dikenal sebagai pengkritik keras kebijakan-kebijakan
otoritas Saudi, sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 2012 lalu di wilayah
Qatif, tempat digelarnya aksi-aksi demo antipemerintah tahun 2011
Menanggapi hal itu, Barat langsung bereaksi. Bakal
calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton ikut
mengomentari eksekusi mati ulama Syiah terkemuka, Nimr Baqr al-Nimr oleh
otoritas Arab Saudi. Hillary menyebut AS harus menanyakan pertanyaan serius
kepada otoritas Saudi soal hukuman mati.
"Jelas hal ini memicu pertanyaan serius yang harus kita bahas secara langsung dengan pemerintah Saudi," sebut Hillary saat berbicara di Derry, New Hampshire pada Minggu (3/1) dan dilansir media Iran, PressTV, Senin (4/1/2016).
Pernyataan ini disampaikan Hillary saat menjawab pertanyaan soal apa yang akan dia lakukan untuk menangani situasi ini jika dirinya terpilih menjadi presiden AS.
"Jujur saja, kita telah bekerja dengan beberapa pemerintahan pada sejumlah isu, yang kebijakan dan nilai-nilainya bertentangan dengan kita. Yang juga memiliki kepentingan tertentu dengan kita, yang melibatkan kita," tutur Hillary.
Lebih lanjut, Hillary sepakat dengan pemimpin dunia lainnya yang menyatakan kekhawatiran atas eksekusi mati massal di Arab Saudi. "Saya pikir bahkan rekan-rekan kita yang telah banyak bekerja sama dengan kita pada banyak isu, tidak seharusnya kebal terhadap kritikan dan pertanyaan kita soal aturan hukum, soal perlakuan mereka terhadap minoritas," cetusnya.
"Jelas hal ini memicu pertanyaan serius yang harus kita bahas secara langsung dengan pemerintah Saudi," sebut Hillary saat berbicara di Derry, New Hampshire pada Minggu (3/1) dan dilansir media Iran, PressTV, Senin (4/1/2016).
Pernyataan ini disampaikan Hillary saat menjawab pertanyaan soal apa yang akan dia lakukan untuk menangani situasi ini jika dirinya terpilih menjadi presiden AS.
"Jujur saja, kita telah bekerja dengan beberapa pemerintahan pada sejumlah isu, yang kebijakan dan nilai-nilainya bertentangan dengan kita. Yang juga memiliki kepentingan tertentu dengan kita, yang melibatkan kita," tutur Hillary.
Lebih lanjut, Hillary sepakat dengan pemimpin dunia lainnya yang menyatakan kekhawatiran atas eksekusi mati massal di Arab Saudi. "Saya pikir bahkan rekan-rekan kita yang telah banyak bekerja sama dengan kita pada banyak isu, tidak seharusnya kebal terhadap kritikan dan pertanyaan kita soal aturan hukum, soal perlakuan mereka terhadap minoritas," cetusnya.
Reaksi Amerika ini tentunya sangat jauh berbeda
dengan pelanggarang HAM yang di lakukan Israel terhadap rakyat Palestina yang
samapai dengan saat ini terus melakukan penjajahan terhadap Palestina.
loading...
0 Response to "Arab Saudi Hukum Mati Tokoh Syiah, Ketegangan Meningkat"
Post a Comment